Belajar dan Mengenal Ansible

Sunday, February 14th, 2016 - Tutorial
Advertisement

ansiblePada era cloud seperti sekarang, sudah jadi hal umum jika satu orang atau server administrator memegang lebih dari satu server. Tentu akan kesulitan jika sang administrator tidak mempunyai pengetahuan mengenai otomasi server. Pada tulisan kali ini, penulis ingin berbagi dan mengajak untuk belajar dan mengenal ansible. Bagaimana ansible akan menolong terutama bagi pada server administrator konvensional maupun yang sudah bergerak ke arah devops.

Latar belakangnya ialah bagaimana cara mudah memelihara server yang jumlahnya puluhan hingga ratusan, maka terciptalah server orkestrasi seperti chef, puppet dan ansible. Nah, seorang DevOps Engineer tidak akan hanya berpikir cara instalasi, deployment namun juga cara memeliharanya. Bayangkan saja ketika ada patch baru pada sebuah software yang tertanam di beberapa server. Bukan hal mudah jika harus mengupdate nya satu per satu. Langkah termudah dengan menggunakan tool atau software automation seperti Ansible ini. Mari kita otomasi semuanya! 🙂belajar-ansible

Sebelumnya apa sih itu Ansible, seperti sekilas yang tertulis di atas, ansible adalah sebuah perangkat lunak komputer atau software yang dapat membantu seorang devops atau sistem administrator untuk melakukan otomasi di servernya. Ansible dapat membantu melakukan instalasi, deployment, bahkan mengupdate server. Ansible dapat juga terkoneksi dengan server semacam LDAP dan Kerberos kemudian mengatur segala hal yang ada di dalamnya. Lalu bagaimana ansible bekerja? Ansible pada umumnya bekerja seperti tools lain , semacam Chef, Puppet, hanya saja Ansible tidak membutuhkan agent. Ansible hanya bekerja cukup dengan koneksi SSH.

Ansible bekerja di koneksi SSH remote ke client yang ingin di deploy atau dilakukan otomasi tersebut. Ansible juga membutuhkan data inventory atau data server tujuan. Pada pemakaian lebih ke tingkat berikutnya, ansible juga dapat memainkan peranan seperti playbook dan roles. Konfigurasi ditulis dalam format markup YAML dan environment variable dapat ditulis pada format JSON. Mengapa YAML, mungkin karena markup YAML sangat mudah dibaca oleh manusia. Sehingga ansible dapat menjadi sebuah dokumentasi tersendiri nantinya. (Infra as a code).

Pada tutorial kali ini, penulis kembali menggunakan distro kesayangan yaitu Ubuntu. Langkah pertama adalah melakukan instalasi Ansible pada sebuah mesin Ubuntu. Oh iya, sebagai catatan, ansible ini tidak terpaku hanya dapat diinstall pada linux saja, namun juga dapat dipasang di Mac juga. Pada prakteknya ansible juga mampu melakukan berbagai hal di server linux, mac dan windows. Baiklah kita mulai :

Lalu tambahkan PPA Ansible ke apt source list :

Perbarui index package di ubuntu dan install ansible

Kini ansible sudah terpasang dan dapat dipakai.

Untuk mempermudah langkah, anggap saja target server adalah ip 10.10.10.11 dan 10.10.10.12 maka alangkah baiknya untuk provision ke dua server ini kita tidak perlu memasukkan ssh user dan password. Dengan kata lain kita akan terhubung atau melakukan konektivitas SSH tanpa password atau passwordless SSH ke ke dua sever ini. Tutorial akses SSH tanpa password dapat dibaca di artikel sebelumnya.

Pada ansible dikenal satu istilah dengan nama “inventory”, inventory yang dimaksudkan di sini adalah inventory server kita. Yaitu sebuah file berisikan daftar server yang kita akan otak atik dengan ansible ini. Server ini adalah target deployment atau apapun yang kita lakukan dengan ansible yang ada di komputer kita.

Lalu masukkan server yang ingin diprovisi atau di otak atik dengan ansible 🙂

Selain IP kita juga bisa memasukkan hostname misalnya

Nah, sekarang kita sudah dapat mencoba sebuah modul sederhana pada ansible. Yaitu PING 🙂

ansible all -m ping

maka akan di reply seperti ini

Nah, demikian pengenalan tutorial pengenalan ansible. Pada pembahasan berikutnya kita akan membahas mengenai group vars, inventory, playbooks dan bagaimana best practice ansible dipakai. Salam linux 🙂 Salam ansible 🙂

Incoming search terms:

  • apa itu ansible
  • Ansible pengertian
  • cara pasang ansible pada linux deploy
  • fungsi puppet agent
Advertisement
Belajar dan Mengenal Ansible | Jsmith | 4.5
Like Page Tutorlinux di Facebook
Leave a Reply