Pengenalan Sistem File Pada Linux

Wednesday, April 15th, 2015 - Tutorial
Advertisement

TuxOn a UNIX system, everything is a file; if something is not a file, it is a process“. Pernyataan tadi merupakan deskripsi singkat yang juga berlaku pada sistem operasi Linux tentang bagaimana sistem file dan proses. Di Linux terdapat file yang tidak hanya berdiri sebagai file melainkan juga named pipes (socket). Penulis akan mencoba memberikan pandangan umum mengenai sistem file dalam tutorial kali ini. Pada tutorial pengenalan sistem file pada linux ini juga akan menjelaskan struktur file, partisi dan mount point.

Sebuah sistem operasi UNIX like, termasuk Linux, tidak ada perbedaan antara file dan folder. Folder hanyalah sebuah file yang mengandung nama dari file lain. Program, service, text, gambar dan sebagainya adalah file. Semua input device, output device dan semua perangkat dikenali sebagai file dalam sistem. Dan untuk me- manage semua file tersebut dengan baik, didalam tutorlinux.com akan menggambarkannya sebagai sebuah struktur seperti pohon. satu titik bercabang pada titik di bawahnya, dan cabang itu mempunyai cabang lagi, begitu dan seterusnya.

File

File biasanya mengandung data, misalnya text file, file executable atau program, input atau output dari program. Namun beberapa file sifatnya spesifik dan spesial. Berikut ini adalah file dengan karakter spesifik :

  • Directories : File yang mengandung daftar/list dari file lain.
  • Special Files : mekanisme untuk input dan output, sebagian besar berada di /dev
  • Links : metode untuk membuat satu file atau folder berada/terlihat di lebih dari satu bagian dari system tree. konsep ini mirip dengan shortcut seperti pada microsoft windows.
  • Sockets : file spesial, mirip seperti TCP/IP sockets, digunakan untuk menyediakan proses antar network / jaringan komputer, dan file ini dilindungi (protected) oleh file system access control.
  • Named pipes : mirip seperti sockets, menyediakan komunikasi antar proses – proses di linux, namun tidak via network/jaringan komputer.

Perhatikan pada hasil perintah ls -l :

Daftar berikut akan memberikan penjelasan simbol karakter tersebut menandakan file type apa :

  • – : file reguler
  • d : folder / directories
  • l : link
  • c : file spesial
  • s : socket
  • p : named pipe
  • b : block device

Partisi

Pada tutorial pengenalan file sistem pada linux, kita juga akan membahas tentang partisi. Hal yang sering kita dengar dan dipraktekkan pada sistem operasi lain juga. Alasan utama mengapa kita perlu mempartisi hard disk adalah untuk alasan keamanan. Jika terjadi kerusakan pada bagian tertentu di hard disk, partisi akan meminimalisir resiko kehilangan data sebab hanya data pada partisi yang rusak akan terdampak dan tidak dapat diakses. Tentunya partisi tidak dapat melindungi ancaman kerusakan yang terjadi jika hard disk rusak secara keseluruhan. File system yang terjurnal (journaled file system) hanya mengamankan data jika terjadi power failure dan media penyimpanan yang terputus (disconnected) secara tiba – tiba. Journaled file system tidak melindungi data dari kerusakan blok dan logical error pada file system. Untuk kasus ini, gunakan RAID.

Ada dua macam partisi secara umum pada linux :

  • data partition : partisi normal yang berisi data file system linux. termasuk root partition yang menampung semua data hingga program start up
  • swap partition : virtual memori yang tersimpan di harddisk. sebagai ekstensi dari RAM yang ada di komputer

Sebagian besar distro linux menggunakan perintah fdisk pada saat instalasi untuk mengkonfigurasi partisi. Tipe file sistem bisa Ext3 atau Ext4 (journaled) atau Ext2 pada linux rilisan lama. Terlepas dari tiga tipe (Ext2, Ext3, Ext4), linux juga mendukung beberapa tipe lain seperti Reiser, JFS, NFS, FAT, NTFS dan beberapa tipe dari propetiary operating system lainnya. Root partition / partisi root ditandai dengan / mengandung file konfigurasi sistem, command basic, program server, system libraries, file atau direktori temporari dan home direktori untuk user. Sedangkan SWAP hanya dapat diakses oleh sistem itu sendiri. Kita tidak akan bisa melihat partisi swap pada saat proses sedang berjalan. Pada sistem operasi Unix-like seperti linux, swap berfungsi untuk memastikan program aplikasi tetap berjalan. Kita tak akan pernah melihat pesan error seperti : Out of memory, please close some applications first and try again. 🙂

Biasanya Swap di set dua kali lipat dari besarnya RAM fisik pada komputer. Misalnya kita punya komputer dengan RAM 1 GB maka kita akan set Swap sebesar 2 GB ; atau dua partisi swap masing – masing 1 GB; atau dengan dua hard disk kita punya 1 partisi sebesar 1 GB pada masing – masing Hard disk. Kernel linux berada pada partisi terpisah pada beberapa jenis distro linux. Kita bisa temukan /boot partition yang menampung kernel tersebut. Dan biasanya partisi bisa diset seperti ini :

  • /usr
  • /home
  • /var
  • /opt

Penjelasan fungsi masing – masing folder akan dijelaskan pada tulisan di bawah nanti. Meskipun mengubah besaran partisi dapat dilakukan dengan tools pembantu seperti gparted, aktivitas seperti ini tidak disarankan.

Mount Points

Semua partisi di atas akan di-attach ke linux melalui mount point. Mount point mendefinisikan tempat atau lokasi dari data set di dalam file system. Biasanya semua partisi akan terhubung melalui root partition. Di partisi / ini semua folder atau direktori akan dibuat. Dengan command mount, administrator dari linux akan dapat meng- attach partisi ke sistem. Misalnya /opt/media yang biasa menjadi tempat untuk me-mounting CD, DVD, Flash disk dan sebagainya.

Pada saat sistem startup, semua partisi akan di-mount sesuai dengan file /etc/fstab . Tidak semua partisi dapat di-mount secara default. Misalnya memory card atau kamera digital. Pada sistem yang sudah running, informasi mengenai partisi dan mount point nya dapat dilihat dengan perintah df.

Struktur sistem file dapat dilihat secara visual seperti gambar berikut :

Tutorial Stuktur File Linux

Gambar di atas merupakan layout dari distro keluarga RedHat. Tergantung pada admin atau root masing – masing sistem. Bisa saja tidak sama dengan gambar di atas.

Berikut keterangan fungsi dan kegunaan masing – masing direktori di bawah root dir (/) di atas :

/bin : program aplikasi standar yang di-share oleh sistem, user dan system administrator.
/boot : file – file startup dan kernel, vmlinuz. Pada beberapa kejadian juga bisa berisi grub atau bootloader.
/dev : mengandung file yang terasosiasi dan mereferensikan CPU, peripheral
/etc : mirip seperti control panel di microsoft windows. semua konfigurasi penting akan disimpan di sini.
/home : Home directories of the common users.
/initrd : informasi penting yang dibutuhkan saat booting
/lib : Library files, termasuk file yang dibutuhkan oleh program aplikasi dan sistem.
/lost+found : setiap partisi mempunyai lost+found masing – masing pada level direktori di atasnya. beriksikan file yang disimpan saat system failure terjadi
/misc : Untuk kebutuhan lain – lain (miscellaneous)
/mnt : mount point standar untuk hard disk, flash disk, CD-ROM, dan sebagainya.
/net : mount point standar untuk remote file system
/opt : Biasanya berisi file atau software pihak ke tiga
/proc : Virtual file system yang berisi informasi tentang system resource.
/root : Home directory untuk user root. Bedakan / dengan /root
/sbin : Berisikan program yang digunakan oleh sistem
/tmp : folder temporari. isinya akan selalu dihapus saat reboot
/usr : Programs, libraries, dokumentasi dan sebagainya untuk program aplikasi yang berhubungan dengan user.
/var : tempat variable file dan file temporary yang dibuat user. Misalnya Log, mail queue, print spooler, htdoc untuk web server atau menyimpan image sebelum di burn ke CD

Semoga bermanfaat

Incoming search terms:

  • Sistem file pada linux
  • gambar file sistem linux
  • file sistem pada linux
  • file sistem linux
  • fungsi file sistem kontrol pada network pada linux
  • control file pada linux
  • cara menentukan file sistem pada debian
  • cara membuat device pada linux
  • sockat sockat yang terdapat pada debian
  • belajar sistem operasi linux
Advertisement
Pengenalan Sistem File Pada Linux | Jsmith | 4.5
Like Page Tutorlinux di Facebook
Leave a Reply