Tips Mengatur Inventory Pada Ansible

Sunday, February 28th, 2016 - Tutorial
Advertisement

ansiblePada postingan beberapa waktu yang lalu, kita telah belajar mengenal dan mencoba Ansible. Kemampuan ansible sebagai server orchestration tool tak hanya sebatas artikel tersebut. Pada beberapa kasus, ansible sering digunakan oleh administrator sistem untuk mengatur server dengan jumlah yang banyak, bahkan cenderung masif. Di beberapa perusahaan yang penulis tahu, bagian DevOps nya menggunakan Ansible, mereka mempunyai server lebih dari 10 bahkan ada yang jumlahnya hingga ratusan. Lalu bagaimana memanage dan mengaturnya? Pada ansible dikenal sebuah fitur yaitu ansible inventory. Inventory di sini adalah sekumpulan server yang akan diorkestrasi oleh ansible.

Lalu bagaimana cara mengaturnya. Pada ansible, kita dapat menentukan mana file inventory. Biasanya secara default, ada di /etc/ansible/hosts namun sebenarnya dapat ditaruh di mana saja, sepanjang user yang mengeksekusi ansible atau ansible playbook mempunyai permission minimal read terhadap file inventory tersebut. misalnya dengan perintah ansible -i /home/lolo/inventory -m ping maka bisa dipastikan file /home/lolo/inventory harus dapat diakses oleh si pengguna ansible dan tentunya mempunyai isi server mana saja yang akan dideploy oleh ansible.

Host dan Group

Lalu bagaimana isi atau format dari ansible inventory? Mari kita lihat file di bawah ini :

file ansible inventory di atas dapat dilihat bahwa formatnya menyerupai file format INI. Tidak terlalu rumit bukan? nama yang terdapat di dalam kurung kotak atau braket adalah nama grup. hal ini dapat di lihat bahwa pada contoh di atas, penulis sengaja mengelompokkan server sesuai dengan fungsionalitasnya. Sebenarnya hal ini tidak harus berlangsung seperti yang penulis lakukan, namun pada best practice nya, ini adalah tips terbaik untuk mengelompokkan server pada ansible inventory.

apabila diperlukan, sebenarnya kita juga dapat menambahkan beberapa variable yang custom atau untuk kasus spesial. Misalnya ada sebuah server yang menggunakan port berbeda dari biasanya. atau username nya berbeda.

Pada kasus tertentu, kita mungkin mempunyai range server host. Ansible inventory dapat membuatnya menjadi sangat sederhana.

pada contoh di atas, maka server api-01.tutorlinux.com sampai api-01.tutorlinux.com hingga api-15.tutorlinux.com akan tergabung dalam grup web server.

Host Variable

Seperti yang disampaikan sebelumnya, kita dapat dengan mudah mengatur beberapa server dalam jumlah banyak. Pada ansible inventory kita dapat menentukan variable pada masing – masing server atau group.

Group Variable

Lebih sederhana lagi, ansible inventory juga menyediakan fasilitas variable yang melekat pada grup, yaitu group variable. Contohnya ada di bawah ini:

pada contoh di atas cukup jelas bahwa semua server pada grup jakarta akan mempunyai ansible port yang sama.

Group dalam Group

kita sudah sering mendengar fitur seperti group dalam group. Sebuah konsep yang sebenarnya mempermudah namun juga agak sering dibiarkan saja.

 

Advertisement
Tips Mengatur Inventory Pada Ansible | Jsmith | 4.5
Like Page Tutorlinux di Facebook
Leave a Reply