Tutorial Cara Install MongoDB pada Ubuntu 16.04 LTS (Xenial Xerus)

Saturday, January 7th, 2017 - Tutorial
Advertisement

Teknologi database kini kian diramaikan dengan maraknya perangkat lunak database server baru yang mengadopsi NoSQL. Salah satu yang paling terkenal adalah MongoDB. Selain sedang hot, MongoDB ini banyak digunakan terutama pada perusahaan startup yang biasanya mengikuti tren teknologi terkini (baca: hype). Berikut ini kami mencoba menuliskan tutorial cara instalasi MongoDB pada Ubuntu versi 16.04 LTS atau dengan kode Xenial Xerus.

MongoDB sendiri merupakan database server yang mempunyai perilaku atau sifat non-relational. Sifat lainnya lagi adalah document – based. MongoDB sering menjadi alternatif dari sekian banyak database NoSQL lain misalkan Redis, Cassandra, BigTable dan sebagainya. MongoDB mengijinkan kita untuk mendesain database tanpa schema, mudah di-scale dan tentu saja sangat bermanfaat untuk pengembangan aplikasi secara cepat (rapid development).

Langkah Pertama : Tambahkan Repository MongoDB

Sebenarnya pada repository Ubuntu terdapat MongoDB dengan versi 2.6. Sayangnya versi ini sendiri sudah obsolete pada Oktober 2016. Sehingga tidak sepatutnya memasang versi tersebut pada lingkungan produksi anda. Pada saat tulisan ini dibuat versi terakhir adalah 3.4. Maka mari kita tambahkan repository MongoDB :

Install MongoDB

Lalu mari kita install MongoDB :

Instalasi di atas akan juga memasang beberapa paket ini :

  • mongodb-org-server – Daemon standar MongoDB beserta konfigurasinya.
  • mongodb-org-mongos – MongoDB Shard daemon
  • mongodb-org-shell – MongoDB shell,  digunakan untuk berinteraksi dengan MongoDB server via command line
  • mongodb-org-tools – Tools yang berisi perangkat dasar seperti utility untuk restore, import, dan export data

Untuk instalasi yang minimal, kita dapat menginstal paket server dan shell saja.

Konfigurasi MongoDB

File konfigurasi berada di /etc/mongod.conf,  yang sebenarnya berformatkan YAML. Sebagian besar settings sudah sangat baik di comment dan ada di file tersebut. Kami akan meng-highlight beberapa yang penting saja :

  • dbPath – mengindikasikan letak database file (path) (/var/lib/mongodbsecara default)
  • systemLog – menentukan cara atau metode logging yang dipakai, berikut ini parameter dan opsinya:
    • destination – memberitahu MongoDB apakah menyimpan log sebagai file atau syslog.
    • logAppend – menentukan apakah menambahkan entri baru pada baris akhir dari log file yang sudah ada ketika daemon di restart.
    • path – memberitahukan dimana letak log akan disimpan secara default adalah : /var/log/mongodb/mongod.log
  • net – opsi network
    • port– port mana yang akan digunakan MongoDB
    • bindIP– IP yang digunakan mongoDB untuk listen.

Kami juga menyarankan untuk mengenable security :

Opsi diatas akan mengijinkan kita untuk mengaktifkan role-based access control ke database. Setelah membuat beberapa perubahan konfigurasi, maka service MongoDB harus di-restart.

Start dan Stop MongoDB

Berikut ini perintah untuk start, stop dan restart service MongoDB pada Ubuntu Xenial :

Untuk enable MongoDB saat Ubuntu startup:

Membuat User Database

Tadi kita sudah mengenable authorization sehingga kita sekarang perlu membuat user dengan level administratif yang tinggi untuk mengatur database. Langkahnya berikut ini untuk membuat user di MongoDB :

  • Buka Mongo Shell
  • Secara default MongoDB terkoneksi ke database test. Sebelum menambahkan user, buat database untuk menyimpan data user (untuk keperluan otentikasi)
  • Gunakan perintah di bawah ini untuk membuat user admin MongoDB dengan kemampuan untuk membuat user lain. Untuk keamanan lebih baik, ganti password mongo-admin
  • Simpan password di tempat yang aman untuk referensi di kemudian hari. Output yang akan ditampilkan oleh sistem adalah semua informasi user kecuali password

  • Kemudian test koneksi ke MongoDB dengan user dan password yang tadi dibuat

    Opsi -u -p dan –authenticationDatabase dibutuhkan untuk otentikasi koneksi ke mongo shell.
  • Tapi user di atas khusus untuk kebutuhan administratif, untuk user yang diijinkan khusus pada database terntentu maka kita butuh user berbeda dengan custom permission untuk berhubungan dengan database tersebut.
  • Sebagai mongo-admin user, buat database baru untuk menyimpan user biasa untuk otentikasi. contohnya :
  • Buat permission yang berbeda untuk user ini. Ganti nama user dan password sesuai dengan yang dibutuhkan.

Mengatur Data dan Collections

Kemampuan MongoDB yang paling terkenal adalah kemudahannya untuk integrasi. Interaksi dengan database dilakukan via Javascripts. Tapi driver untuk bahasa pemrograman lain juga tersedia di sini http://docs.mongodb.org/ecosystem/drivers/. Pada bagian ini akan mendemonstrasikan sedikit fitur dasar.

  • buka mongo db dengan user yang tadi kita sudah buat
  • Buat database baru. Katakan exampleDB
  • Pastikan database ini cocok dengan nama database yang kita tentukan dengan permission readWrite pada langkah di atas tadi (ketika membuat user exampleDB). Sehingga user example-user akan dapat membuat collection baru.
  • Buat collection baru

Jika tidak terbiasa dengan terminologi pada MongoDB, kita artikan saja collection itu sama seperti tabel pada relational database management system semacam PostgreSQL atau MySQL. Nama collection tidak diperbolehkan mengandung karakter khusus terutama karakter terminasi (punctuation). Gunakan referensi ini untuk naming restrictions.

Buat sampel data untu dimasukkan ke collection. MongoDB menerima input sebagai documents dari bentuk JSON object seperti di bawah ini.

Dengan keuntungan dari penggunaan NoSQL database, dokumen yang di-insert tidak harus mempunyai schema yang sama. lalu lakukan ini untuk melakukan insert document ke MongoDB

Output nya seperti ini

Untuk memastikan exampleCollection sudah dibuat :

Untuk melihat data tanpa filter pada collection di MongoDB gunakan method find.

Kita perhatikan di atas ada _id key dan ObjectID. Dua index ini digenerate oleh MongoDB dan ketika _id nilainya tidak ditentukan secara eksplisit.

Untuk menemukan dokumen dengan entri tertentu :

Fungsi tambahan MongoDB

Seperti yang kita sampaikan di atas, MongoDB punya beberapa kumpulan “language-spesific” driver yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan server MongoDB selain javascript. Keuntungan dari hal ini adalah kemampuan untuk mengijinkan aplikasi yang ditulis dengan bahasa lain untuk menggunakan dataase yang sama tanpa adanya batasan pada ODM (Object data mapper).

Sekian tutorial MongoDB kami, selamat mencoba kawan!

Incoming search terms:

  • belajar linux server
  • belajar linux ubuntu
  • /belajar ubuntu
  • belajar menggunakan ubuntu
  • belajar ubun
  • belJar ubu
  • brlajar ubuntu
  • linux ubuntu 16 04 pemula
Advertisement
Tutorial Cara Install MongoDB pada Ubuntu 16.04 LTS (Xenial Xerus) | Jsmith | 4.5
Like Page Tutorlinux di Facebook
Leave a Reply